Pertumbuhan ekonomi ASIA dibayangi inflasi yang tinggi

logo

Tekanan inflasi dunia terus menanjak sejak tahun 2010. Menurut data IMF, tingkat inflasi dunia telah naik dari 3,5 persen pada triwulan ke-4 2010 menjadi 4 persen pada triwulan pertama 2011. Sejak semester kedua tahun lalu, sejumlah negara Asia memberlakukan kebijakan kontraksi fiskal. Namun laporan World Economic Outlook IMF edisi terbaru terlihat inflasi di kawasan Asia masih akan terus meningkat pada tahun 2011.

Misalnya saja untuk Vietnam. Menurut statistik, ekonomi Vietnam masih belum lepas dari dampak inflasi tinggi. Pada lima bulan pertama tahun ini, indeks harga konsumsi (IHK) Vietnam meningkat 15,09 persen dibanding pada tahun 2010. Sejumlah ekonom menyatakan, inflasi Vietnam menjadi lebih parah setelah pemerintah mengubah kurs mata uang dong, tarif listrik, dan harga bahan bakar minyak domestik.

Meningkatnya level inflasi di negara-negara berkembang Asia terutama adalah akibat lonjakan harga pangan dan minyak bumi. Dewasa ini, harga di bursa komoditas internasional cenderung stabil setelah mengalami fluktuasi drastis, hal ini sebenarnya menguntungkan negara-negara berkembang Asia untuk menekan inflasi. Namun sejumlah ekonom berpendapat, flutkuasi harga di bursa komoditas internasional masih sulit diramalkan. Apabila terjadi bencana alam serius pada tahun 2011 dan 2012, maka harga pangan dipastikan akan melambung tinggi.

Selain itu, kekuatan ekonomi Asia juga menghadapi resiko masuknya hot money secara besar-besaran. Diperkirakan, modal akan terus mengalir ke Asia pada tahun 2011 dan 2012, sehingga akan menjadi tantangan untuk menekan inflasi dan mengantisipasi gelembung modal.

Pada kenyataannya, dalam pertumbuhan ekonomi yang pesat di banyak negara Asia telah muncul gejala kekurangan tenaga kerja. Tekanan inflasi struktural kini umumnya muncul di berbagai kekuatan ekonomi Asia, selain diakibatkan kenaikan harga pangan dan energi, juga disebabkan berbagai faktor domestik lainnya. Inflasi Asia kemungkin lebih serius dan kompleks daripada prediksi semula.

  • Source : CRI
  • Berita Terbaru

    Comments are closed.