Krakatau Steel (KRAS) menandatangani pinjaman sindikasi perbankan senilai USD 450 juta dari 3 bank yang bertindak sebagai joint mandated lead arranger sindikasi pinjaman tersebut yakni Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Dana pinjaman tersebut untuk pembiayaan proyek pabrik tanur tinggi (blast furnace complex) Krakatau Steel yang berkapasitas 1,2 juta ton hot metal per tahun.
Perseroan memberikan fasilitas pembiayaan senilai USD 100 juta. Selain itu perseroan juga menyediakan fasilitas sublimit letter of credit (L/C) senilai USD 50 juta. Saat ini pembangunan pabrik itu baru masuk tahap desain detil (Engineering, Procurement, and Construction/EPC) dan diharapkan dapat tuntas pada tahun 2014. Total investasi yang dibutuhkan adalah USD 528,9 juta, dengan rincian penggunaan a.l untuk keperluan EPC sebesar Rp 4,5 triliun, persiapan lahan Rp 420,4 miliar.
