Sejarah dan Profil Singkat MYRX (Hanson International Tbk)

britama.com, Hanson International Tbk (dahulu Hanson Industri Utama Tbk) (MYRX) didirikan dengan nama PT Mayertex Indonesia tanggal 07 Juli 1971 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Kantor pusat MYRX berlokasi di Mayapada Tower, lantai 21, Jl. Jend. Sudirman Kav 28, Jakarta Selatan 12920 – Indonesia.

Telp : (62-21) 521-3555 (Hunting), Fax : (62-21) 521-4555.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Hanson International Tbk, antara lain: Benny Tjokrosaputro (pengendali) (16,11%) dan PT ASABRI (Persero) (5,03%).

Sebelumnya kegiatan usaha MYRX meliputi bidang industri kimia dan serat sintesis, pemintalan dan pertenunan, industri tekstil lainnya, perdagangan ekspor impor, lokal, leveransir, grosir dan distributor, serta agen

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha MYRX adalah bergerak di bidang Industri, Perdagangan Umum dan Pembangunan. Kegiatan usaha MYRX hanya melakukan penyertaan saham pada anak usaha. Penyertaan saham terbesar MYRX adalah pada PT Mandiri Mega Jaya (aset sebelum eliminasi mencapai Rp4,99 triliun per 30-Sep-2015). PT Mandiri Mega Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang properti mulai dari perencanaan, pengembangan, pelaksanaan proyek, jasa pemborongan dan konstruksi umum pada sektor perumahan (real estate), kawasan industri, gedung-gedung apartemen, kondominium, perkantoran, pertokoan beserta fasilitas-fasilitasnya.

Pada tanggal 10 September 1990, MYRX memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MYRX (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp9.900,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 31 Oktober 1990.

Sejarah Pencatatan Saham

Jenis Pencatatan
Saham
Tgl Pencatatan
Saham Perdana @ Rp9.900,-
1.000.000
31-Okt-1990
Pencatatan Sebagian Saham Pendiri (Partial Listing)
1.450.000
31-Okt-1990
Saham Bonus (Bonus Shares)
700.000
21-Feb-1992
Pencatatan Saham Pendiri (Company Listing)
4.550.000
18-Jun-1992
Saham Bonus (Bonus Shares)
7.700.000
14-Ags-1992
Penawaran Terbatas (Right Issue I)
92.400.000
29-Des-1997
Pemecahan Saham (Stock Split)
107.800.000
02-Nop-1998
Saham Bonus (Bonus Shares)
485.100.000
11-Jan-1999
Penawaran Terbatas (Right Issue II)
4.513.705.164
11-Des-2002
Konversi Hutang @ Rp110,-
633.540.016
13-Des-2012
Penawaran Terbatas (Right Issue III)
8.362.728.216
02-Jan-2014
Penambahan Modal Tanpa HMETD @ Rp700,- *)
500.000.000
16-Des-2015
Penambahan Modal Tanpa HMETD @ Rp700,- *)
143.614.500
30-Des-2015
Penambahan Modal Tanpa HMETD @ Rp700,- *)
889.552.339
06-Jan-2016

*) Saham diterbitkan kepada Benny Tjokrosaputro berupa saham Seri C dengan nilai nominal Rp110,-. Dana dari Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) ini digunakan untuk tambahan modal di anak usaha (PT Mandiri Mega Jaya). PT Mandiri Mega Jaya akan menggunakan seluruh dana ini untuk penyertaan saham di PT Soilindo Prima Perkasa. Dimana PT Soilindo Prima Perkasa akan mengerjakan proyek kawasan residential di daerah Jatiasih, Bekasi. Dalam RUPSLB 16 November 2015 menyetujui PMT-HMETD sebanyak 10% atau 1.533.166.839 saham Seri C.

Pencatatan Saham Preferen (MYRXP)

Jenis Pencatatan
Saham
Tgl Pencatatan
Saham Preferen @ Rp125,-
1.120.995.000
06-Nop-2000

Dewan Komisaris dan Direksi

Nama
Jabatan
I Nyoman Tjager Komisaris Utama
Monang Situmeang Komisaris
Tata Venkata Ramana Komisaris Independen
 
Benny Tjokrosaputro Direktur Utama
Raden Agus Santosa Direktur
Rony Agung Suseno Direktur
George Ignasius Ratulangi Direktur
Adnan Tabrani Direktur Independen

Baca Juga

2 thoughts on “Sejarah dan Profil Singkat MYRX (Hanson International Tbk)

  1. Pantas saja laba Myrx turun 94.60%, kalau hrs memberikan %tase begitu besar kepada pemegang saham pasif melalui OSO securitas (tolong dijelaskan komentar saya ini) , thanks

    1. MYRX laba turun karena, perusahaan sedang proses pengalihan bidang tambang ke properti. Menurut info yang kita dapat bidang tambangnya dihentikan, sehingga menyebabkan pendapatan turun. Adapun bidang properti MYRX melalui anak usahanya (PT Mandiri Mega Jaya) masih belum menghasilkan untuk laporan keuangan kuartal I 2014.

Beri Komentar


tiga + = 12