Home / Emiten / Kinerja Emiten / Tahunan / Lapora Audit 2015: BTEL alami kerugian hingga Rp8,64 triliun

Lapora Audit 2015: BTEL alami kerugian hingga Rp8,64 triliun

Britama.com – Berdasarkan laporan audit tahun 2015 yang diberikan pada tanggal (25/06/2016), PT Bakrie Telecom Tbk ( BTEL) melaporkan kerugian bersih pada tahun 2015 mencapai Rp8,64 triliun atau Rp(282,52) per saham. Kerugian tersebut anjlok bila dibandingkan dengan Kerugian bersih pada tahun 2014 yaitu Rp2,85 triliun atau Rp(93,82) per saham.

Kerugian Bersih BTEL pada tahun 2015 disebabkan oleh Beban Penyusutan yang mengalami lonjakkan sebesar 201,80% menjadi Rp3,35 triliun dibandingkan Rp1,11 triliun pada tahun 2014, dan Beban Sisa Masa Sewa mencapai Rp1,67 triliun, sedangkan pada tahun 2014 tidak ada, serta Kerugian penurunan nilai aset meningkat dari Rp388,75 miliar menjadi Rp1,45 triliun, selain itu Kerugian Kurs meningkat dari Rp518,94 miliar menjadi Rp793,09 miliar, dan Pendapatan Usaha BTEL anjlok dari Rp1,45 triliun menjadi Rp627,83 miliar, berikut ini adalah rincian Pendapatan BTEL pada tahun 2015 dan tahun 2014 terdiri dari yaitu

  1. Jasa Telekomunikasi – Rp533,96 miliar dan Rp1,27 triliun.
  2. Interkoneksi – Rp103,87 miliar dan Rp184,21 miliar.
  3. Beban Interkoneksi – Rp(107,98) miliar dan Rp(185,54) miliar.
  4. Potongan Harga – Rp(128,23) miliar dan Rp(88,93) miliar.

Untuk Beban Karyawan dan Administrasi perseroan menurun dari Rp490,67 miliar pada tahun 2014 menjadi Rp416,74 miliar tahun 2015, sementara itu Beban Operasi dan Pemeliharaan menurun dari Rp438,94 miliar menjadi Rp379,59 miliar, serta Beban Keuangan perseroan menurun dari Rp861,31 miliar menjadi Rp751,98 miliar.

Total Aset BTEL pada tahun 2015 mencapai Rp2,41 triliun, anjlok dari Rp7,59 triliun di tahun 2014. Utang BTEL mencapai Rp14,92 triliun tahun 2015 naik dari Rp11,46 triliun.

Sebagai catatan tambahan, Untuk rencana perdamaian PKPU senilai Rp7,20 triliun, dan BTEL berencana akan melakukan merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang telah direncanakan sebelumnya pada tanggal 30 Oktober 2014, dan Perseroan juga akan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) senilai Rp7,60 triliun atau 38,01 miliar lembar saham Seri B, dengan terlebih dahulu menerbitkan Obligasi Wajib Konversi.

About Pengelola

Check Also

ISAT - Indosat Tbk

ISAT cetak laba bersih Rp1,04 triliun

Britama.com – PT Indosat Tbk (ISAT) melaporkan kinerja yang sangat bagus pada tahun 2016 dengan ...

britama.com